Monumen dan Situs dalam Masyarakat Toraja (1- Rumah Adat)

Di zaman sekarang ini kehidupan bermasyarakat dalam wilayah Toraja sungguh sangat mempr'rihatinkan. Bagaimana tidak, sebuah bangunan atau rumah yang telah menjadi sebuah simbol, sarat akan makna, rumah itu tidak lain dan tidak bukan ialah Rumah adat Toraja yang disebut dengan Tongkonan. Tongkonan merupakan sebuah rumah adat orang Toraja, secara hurufiah Tongkonan berasal dari Tongkon yang artinya duduk kemudian mendapatkan akhiran an menjadi Tongkonan yang berarti tempat duduk atau tempat berkumpul rumpun keluarga. orang Toraja dalam kehidupannya sangat terikat dengan sistem adat yang berlaku. Oleh karena itu di Tanan Toraja dikenal dengan beberapa jenis Tongkonan beserta dengan peranannya di dalam adat masyarakat Toraja yaitu sebagai berikut: a. Tongkonan Layuk, adalah Tongkonan yang pertama dan utama karena peranannya di dalam adat sebagai sumber kajian membuat peraturan-peraturan adat. b. Tongkonan Pekaamberan/Pekaindoran, adalah Tongkonan kedua yang berperan sebagai pelaksana atau yang menjalakan aturan perintah dan kekuasaan di dalam masing-masing daerah adat yang dikuasainya. c. Batu A'riri adalah tingkatan tongkonan ketiga karena tidak mempunyai kekuasaan di dalam wilayah adat tetapi berperan sebagai tempat persatuan dan pembinaan keluarga serta keturunan yang membangun Tongkonan tersebut. Proses pembangunan Rumah Torngkonan tidak serta merta dibangun sesuai dengan keinginan yang membangunnya, tetapi harus memperhatikan tata letak pada bangunan itu. berikut sekilas tentang tata letak bangunan Tongkonan: a. Bagian Utara dinamakan Ulunna Langi' bagian ini merupakan penjuru yang paling utama dan tempat yang dianggap paling termulia. b. Bagian Timur dinamakan Mataallo, bagian ini dianggap bagian kedua dari penjuru bumi karena merupakan tempat lahirnya terang atau kehidupan dan kebahagiaan. c. Bagian Barat dinamakan Matampu', bagian ini adalah bagian ketiga dari penjuru bumi dimana matahari terbenanm atau datangnya kegelapan. Menurut keyakinan ALuk Todolo kegelapan dianggap sebagai kematian atau kesusahan. d. Bagian Selatan dinamakan Pollo'na Langi' bagian ini dianggap yang terendah dari penjuru bumi karena dianggap tempat melaksanakan atau melepaskan segala yang kotor. Oleh karena itu, semua bangunan Tongkonan yang ada di Toraja menghadap ke utara. Itu dilatarbelakangi oleh asal kedatangan nenek moyang dari utara yakni Indo China kira-kira tahun 2500-1500 (SM). Pendapat lain bahwa karena fungsinya dalam kaitan upacara adata Aluk Todolo. di mana Upacara Rambu Tuka' dilaksanakan disebelah Timur rumah dan Upacara Rambu Solo' dilaksanakan di sebalah Barat Rumah. Bagian-bagian pada Rumah Tongkonan adalah sebagai berikut: 1. Sulluk. Sulluk adalah kolong rumah yang dikelilingi oleh tiang yang berdiri di atas umpak batu. Dahulu kolong ini dijadikan sebagai kandang kerbau. 2. Inan. Inan merupakan ruang hunni terletak di atas kolong rumah yang dikelilingi dinding sebagai badan rumah. Pada bangunan Tongkonan Inan terbagi menjadi 3 bagian, yaitu sebagai berikut: a. Tangdo' adalah bagian bilik depan yang berfungsi sebagai tempat istirahat atau menyajikan kurban persembahan kepada leluhur. b. Sali. Sali merupakan bagian bilik tengah yang lantainya lebih rendah dari tangdo'. fungsinya terbagi menajdi dua bagian timur sebagai dapur dan bagian barat untuk tempat orang yang sudah meninggal c. Sumbung. Sumbung adalah bilik bagaian belakang yang lantainya lebih tinggi daripada sali. Ini berfungsi sebagai tempat tidur tamu keluarga. 3. Rattiang. Rattiang adalah semacam loteng rumah yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga milik keluarga. 4. Papa. Papa Diatas lebih dari Loteng, pelindung berupa atap yang terbuat dari bambu yang mempunyai ciri khas seperti perahu. Penampilan Tongkonan dilengkapi dengan hiasan-hiasan sebagai berikut: a. Kabonngngo' b. katik c. passura' Sumber: Muhammad Natsir Sitonda "Toraja Warisan Dunia" Pustaka Refleksi: 2005. hlm. 30-40

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna kata

Peada' Todolo

Singgi' Toraya (Singgi' Tau)